Senin, 17 Juni 2013

Poto Sikecil

 Sikecil


p0t0 sEni bUdAYa w0n0s0b0

Kebudayaan Daerah adalah Pribadi Bangsa

Kebudayaan daerah merupakan kumpulan dari berbagai ciri khas daerah yang ada di Indonesia. Penyatuan dari unsur-unsur budaya daerah tercermin menjadi satu kesatuan budaya nasional yang utuh. Jadi dapat dikatakan, budaya nasional adalah cerminan dari budaya daerah-daerah yang beragam. Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, tari-tarian, aneka seni rupa, makanan khas daerah dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri. Salah satunya Seni Tari dan Budaya dari daerah Kabupaten Wonosobo Jawa-Tengah yang pernah dipentaskan di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta beberapa waktu lalu berikut makanan khas kulinernya.










by: Supra Kelana

Kamis, 11 April 2013

Masa Remaja

Remaja Menuju Jati Diri (Kedewasaan)




Masa remaja kerapkali dibilang sebagai masa yang paling indah dan sekaligus penuh dilema. Banyak orang bilang masa remaja itu masa-masa indah untuk pacaran. Alias bercinta-cintaan, walaupun hanya sebatas cinta monyet. Masa remaja adalah masa dimana seseorang mulai pubertas. Hal itu ditandai dengan beberapa ciri umum. 

Pada remaja putri biasanya ditandai dengan munculnya menstruasi. Kemudian disusul pertumbuhan pesat pada bagian-bagian tubuh lainnya yang merupakan ciri khas kewanitaan. sementara remaja putra akan mengalami yang namanya mimpi basah. Kemudian disusul tumbuhnya kumis, tumbuhnya jakun, dada membidang, dan tumbuhnya bulu-bulu.

Selain itu ada pula tanda-tanda pubertas pada remaja secara kejiwaan atau psikologis. Perkembangan secara psikologis ditandai dengan munculnya rasa ketertarikan pada lawan jenis. Para remaja mengenalnya dengan kasmaran atau jatuh cinta. Dan munculnya rasa ketertarikan pada lawan jenis itu lebih karena didorong oleh mulai matangnya alat-alat kelamin sekunder. Alias nafsu atau hasrat seksual yang mulai tumbuh menggebu-gebu. Sementara itu secara kejiwaan pada masa pubertas remaja akan mengalami kelabilan ataupun ke-galau-an. Ini yang perlu diwaspadai bersama.
Menurut para ahli, kematangan alat kelamin sekunder pada remaja perempuan terjadi pada usia antara 12 – 14 tahun. Sedang pada laki -laki biasanya terjadi antara usia 13 – 15 tahun. Bahkan kini seiring kemajuan zaman masa puber tersebut semakin cepat terjadi. Mungkin saja karena pengaruh makanan-makanan modern yang turut memicunya.
Pacaran atau dalam Islam dikenal Ta’aruf sesungguhnya merupakan hal yang wajar dan baik bagi upaya pengembangan kematangan emosional remaja. Asalkan pacarannya diisi dengan hal-hal yang positif dan tidak melanggar ajaran agama serta nilai norma yang ada. Pacaran itu wajib mematuhi rambu-rambu yang ada, jangan berlebih-lebihan. Dan jangan sampai kebablasan menjurus kearah melakukan hubungan seks. Memang terkadang begitu berat godaan yang menghampiri. Kekuatan iman dan hati nurani sebaiknya selalu menjadi pertimbangan atau benteng para remaja.
  
Rentan waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga fase, yaitu:
- 12 – 15 tahun
- Masa remaja awal, 15 – 18 tahun
- Masa remaja pertengahan, dan 18 – 21 tahun
- Masa remaja akhir.

Bagi para remaja harus terus disadarkan, ungkapan cinta atau kasih sayang tidak seharusnya diwujudkan dalam bentuk aktivitas seksual yang bersifat destruktif. Remaja Indonesia harus berani mengatakan TIDAK manakala kekasihnya meminta melakukan aktivitas pacaran yang melanggar ajaran agama maupun nilai norma dalam masyarakat. Termasuk hubungan seks ataupun hal-hal yang mengarah kepada aktivitas seksual lainnya. Kepada para remaja, cinta adalah ketulusan juga kasih sayang yang sifatnya konstruktif atau membangun atau membaikkan. Bukan penyaluran hawa nafsu seksual yang justru akan merusak dan menodai kesucian cinta itu sendiri.

Ingat, masa remaja hanya datang satu kali dalam seumur hidup kita. Itu artinya sekali Anda (para remaja) terjerumus pada jalan yang salah, maka seumur hidup penyesalan yang akan dirasakan. Masa remaja, masa mengenal cinta. Maka belajarlah mengenal cinta yang konstruktif. Jika pacaran, jauhi yang namanya hubungan seks.
Lakukan aktivitas yang positif, semisal merancang cita-cita bersama, belajar kelompok bersama, saling mengingatkan dalam kebaikan, berlomba meraih prestasi, dan aktivitas positif lainnya. Jadilah remaja Indonesia yang smart, pandai memilah antara yang salah dan yang benar. Remaja Indonesia mari gelorakan

  semangat: Say yes toLOVE”, say NO to “seks” !